الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله
اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اَكبر كبيرًا والحمدُ للهِ كثيرًا وَسُبحانَ
اللهِ بكرةً واصيلاً لاَالهَ اِلاّ اللهُ واللهُ اكبرُ وللهِ الْحَمدُ.
الحمد للهِ اَحمدُهُ سُبحانهُ وتَعالى علَى نِعَمِهِ
الغِزارِ اَشْكرُه على قِسَمِهِ الْمِدْرَارِ. واشهدُ ان لاّ اِلهَ الاّ اللهُ
وحدهُ لاشريكَ لهُ واشهدُ انّ محمّدًا عبدُه ورسوله النَّبيِّ الْمُختارِ صلّىَ
اللهُ علىَ محمّدٍ وعلىَ الهِ الْاَطهارِ وَاصحابِهِ اْلاَ خيارِ وسلّمَ تسليمًا
كثيرًا.
ايّها النّاسُ اتّقوا اللهَ ربَّ العالمينَ
فَا التّقوَى وَصِيَّةُ اللهِ لِلاوّلينَ وَالاَخرِينَ وَسِعَارُ المؤمنينَ ودِثارُ
المتّقينَ.
Marilah
kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang dengan taufiq dan
Inayah-Nya kita semua kaum muslimin dapat merayakan Hari Raya Iedul Adha dengan
tenang dan khidmat dan dapat melaksankan sholat Iedul Adha dengan khusyu’
dan tadharru’ dalam keridoan Allah SWT.
Iedul
Adha dinamakan juga Iedul Qurban. Karena sejak fajar menyingsing di pagi hari
ini sampai terbenam matahari pada tanggal 13 Dzul hijjah 1435 H nanti atau yang
disebut hari tasyriq. Selama empat hari berturut-turut kita telah berada
dalam suasana Iedul Adha. Hari Raya yang terbesar dalam Islam, Hari Raya yang
yang membayangkan betapa besarnya dan agungnya umat Islam yang telah bertaqwa
kepada Allah SWT.
Dari
peristiwa sejarah kita telah menemui peristiwa yang penting dalam arti dan
makna Iedul Adha. Dimana nabi Ibrahim a.s telah memberikan pengorbanan yang
besar dan mengagumkan dengan penyembelihan putranyanabi Ismail a.s demi
pengabdiannya yang besar kepada Allah SWT. Allah membalas pengabdian itu dengan
menukarkan/mengganti Ismail a.s dengan seekor
kambing.
Pengorbanan
yang besar yang diberikan oleh nabi Ibrahim a.s itu oleh agama Islam telah
dianjurkan untuk dilaksanakan oleh kaum muslilmin. Sebagai tanda dari
keikhlasan kesediaananya kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan seperti
kambing, kerbau atau sapi yang dagingnya dibagikan kepada fqir muskin yang
berada disekitar kita.
Penyembelihan
yang lazimnya disebut qurban itu merupakan ukuran setiap kita, sampai berapa
besar kesediaannya kepada Allah SWT, karena Allah SWT tidak menerima daging dan
hewan-hewan yang kita potong itu, kecuali hanya niat amal kita yang ikhlas
sajalah yang diterima oleh Allah SWT. Sebagaimana disebutkan di dalam firman
Allah SWT dalam Surat Al-Hajj ayat 37 sebagai berikut.
Kaum
muslimin yang berbahagia!
Pengorbanan
dan pengabdian itulah suatu didikan Islam kepada umat manusia yang Islam untuk
memperkuat jiwa sosial dan dermawan, serta untuk melatih dan membiasakan umat
Islam mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya bagi keselamatan dan
kebahagiaan masyarakat bangsa dan negaranya serta kejayaan Islam.
Kaum muslimin yang
berbahagia!
Apabila kita
memperhatikan berqurban dari segi memperoleh keridhoan Allah SWT, maka sungguh
berqurban ini sangat hebat sekali pahalanya. Sebagaimana Rasulullah SAW dalam
sabdanya :
الاُ
ضحيةُ لصاحِبها بكلِّ شعرةٍ حسنةٌ (رواه ابن ماجه)
Artinya : Berqurban itu untuk yang melakukannya, dibalas Allah dengan
pahala tiap-tiap satu helai rambut, satu kebajikan.(H.R. Ibnu Majah)
Kaum
muslimin yang berbahagia!
Betapa
besar pahala amal amal qurban ini, gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya
yang relatif yang berkemampuan. Hidup ini pasti mati harta kekayaan akan kita
tinggalkan seluruhnya, kecuali amal jualah yang dapat kita bawa nanti. Sungguh
berqurban menitik beratkan pada kita untuk melaksanakannya, yang merupakan
pengambdian kepada Allah SWT untuk kebahagiaan kita dunia akhirat.
Kaum
muslimin yang berbahagia!
Agar
kita semua tahun-tahun akan datang memperoleh kesejahteraan yang lebih baik
didalam kehidupan kita sehari-hari baik moril maupun materil. Jalan
satu-satunya kita dapat mengorbankan kepentingan diri sendiri dan mengutamakan
kepentingan umum pada batas-batas yang dapat dibenarkan oleh syara’.
Sungguh
banyak sekali hikmah dan nilai rohani yang dapat kita petik dari ajaran dan
pelaksanaan qurban ini. Karen itu tugas kita semua untuk mencontoh dan
mengambil tauladan dari derap dan langkah serta sikap nabi Ibrahim a.s, Siti
Hajar dan Ismail.
Itulah
awal peristiwa besar yang kemudian menjadi sejarah abadi tokoh Ibrahim a.s.
Sebagai seorang ayah harus dijadikan contoh bagi ayah-ayah masa kini. Ia sangat
mencintai anak dan istrinya, tetapi cintanya kepada Allah adalah diatas
segala-galanya, karena itu ia rela mengorbankan apa saja, bahkan mengorbankan
puteranya sendiri sekalipun lantaran untuk menaati panggilan Allah, godaan
iblis yang tak henti-hentinya tidak mampu menggoyahkan imannya. Bahkan semakin
tambah keimanannya.
Kaum muslimin yang berbahagia!
Dalam
rangkaian sejarah qurban ini, Siti hajar sebagai seorang istri dan ibu yang
amat kuat imannya dan setia kepada suami serta cinta dan kasih sayang kepada
puteranya, Ibu semacam ini wajib diteladani oleh ibu-ibu masa kini.
Ia
seorang ibu yang baik, sabar dan tabah. Ia tidak duka dikala suaminya
meninggalkannya seorang diri di gurun pasir sahara. Ia merelakan suaminya pergi
karena kepergiannya itu memnuhi panggilan Ilahi. Ia rela berqurban dan
mengorbankan apa saja kalau memang yang demikian itu untuk bakti kepada Allah
SWT.
Ia tidak mampu digoda syetan. Walaupun godaan itu menggiurkan. Ia menolak semua godaan itu, karena itu tekad, dan tulus ikhlas Siti Hajar perlu dicontoh dan diteladani oleh kita semua, khususnya para Ibu, dan wanitawanita masa kini.
Kesetiaan istri kepada
suami, dan ketabahan serta kesabaran mengemban tugas adalah sumber kesentosaan
rumah tangga, sekaligus kebahagiaan rumah tangga. Sungguh peran ibu sangat
penting sekali dalam membentuk watak anak yang baik. Dan ibu itu yang
menentukan watak bangsa dikemudian hari. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits
Rasuluallah Muhammad SAW. Sebagai berikut :
المراةُ عِمادُ البلادِ اِذا صلُحتْ صلحتْ واذَا فسدَتْ
فَسدَتْ
Artinya : “Wanita
adalah tiang negara. Apabila ia baik, baiklah negara itu, apabila ia rusak,
rusaklah negara itu”.
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
Kaum muslimin yang
berbahagia!
Marilah kita
perhatikan sejarah tokoh Ismail, ia adalah tokoh yang harus ditiru oleh para
remaja kita dewasa ini. Untuk mewujudkan taqwanya kepada Allah SWT, ia rela
mengorbankan nyawanya berpisah dengan jasadnya. Bukankah ini pengorbanan yang
luar biasa? Hanya dengan pengorbanan yang besar itulahkebahagiaan akan
dimiliki. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron : 92
`s9 (#qä9$oYs? §É9ø9$# 4Ó®Lym (#qà)ÏÿZè? $£JÏB cq6ÏtéB 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« ¨bÎ*sù ©!$# ¾ÏmÎ/ ÒOÎ=tæ ÇÒËÈ
Artinya : “Kamu
sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan
Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya”. (Q.S. Ali Imron : 29).
Untuk mewujudkan
pembangunan bangsa dan mensejahterakan umat serta tegaknya syi’ar Islam ini,
amat memerlukan remaja yang berjiwa besar dan berakhlaq mulia. Kita masih
memerlukan remaja yang ikhlas dan berani berqurban untuk mencapai cita-cita
luhur. Karena hanya ditangan remajalah terletak kejayaan umat.
Kaum muslimin yang
berbahagia!
Dalam melaksanakan
sholat Iedul Adha yang baru kita laksanakan bersama. Kenangan kita beralih ke
tanah suci makkah al-mukarromah dan madinah al-munawwaroh. Dimana seluruh kaum
muslimin yang berkesempatan menunaikan rukun Islam yang kelima kemarin sedang
melaksanakan haji di Mina sesudah berwuquf di padang arofah tanggal 9
Dzulhijjah 1435 H.
Ibadah haji selain
mengandung pahala yang besar juga mengandung ajaran-ajaran dan hikmah-hikmah
anatara lain suapaya :
1.
Ummat Islam bersatu
2.
Ummat Islam berjamaan
dan bermasyarakat
3.
Umat Islam bersaudara
sebagai saudara kandung, kasih mengasihi, hormat menghormati.
4.
Umat Islam sama setara
dengan yang lain. Tidak dipisah atau dibeda-bedakan oleh pangkat, harta,
kekayaan dan kedudukan, kalaupun dicari hanya pada taqwanya.
********
اللّهمَّ صلِّ على محمّدٍ وعلى ال محمّد وعلى اله وصحبه
اجمعين. امين
Ya Allah ya Tuhanku.
Jadikanlah negeri ini negeri yang aman, jauhkanlah aku beserta anak cucuku
daripada menyembah berhala.
Ya Allah ya Tuhanku.
Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Maka barang
siapa mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang
siapa mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau (Allah) Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
Ya Allah ya Tuhan kami.
Sesungguhnya Engkau mengetahui apa-apa yang kami lahirkan. Dan tidak ada
sesuatupun tersembunyi bagi Allh baik yang ada di bumi maupun yang ada di
langit.
Yaa Allah Yaa Tuhan
kami. Jadikanlah aku dan anak cucu-cucu ku orang-orang yang tetap mendirikan
sholat.
Ya Tuhan kami.
Perkenankanlah kami.
الّلهمّ اَعِزَّالاسلامَ والمسلمينَ واَذِلَّ المُعتدين الظّلمين
وَدمِّرْ اعدائك اعداءَ الدِّين الّلهمّ اَلِّفْ بين قلوبِ المسلمين والموءمنين ويسِّرْ مقاصِدهمُ فيما التمسوه لِاصْلا امور
الدّنيا والدّين الّلهمّ مَنْ نَصر
الدِّينِ واخذُل مَنْ خذل المسلمينَ واجعل بلدتنا هذه أمنةً مطمئنّةً وسائر
بُلدانِ المسلمينَ ربّنا افرغ علينا صبرًا
وثبّتْ اقدامَنا وانصرناعلى القوم الكافرن وانصرناعلى القوم الظّالمين وانصرناعلى
القوم الحاسدين الّلهمّ اغفر للمسلمين
والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات انّك سميعٌ قريبٌ مجيبُ
الدّعوات ربّنا أتنا فى الدّنيا حسنة وفى
الأخرة حسنة وقنا عذاب النّار
الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الاّ الله و الله
اكبر وللهِ الحمد.

0 komentar:
Posting Komentar