Janganlah memimpikan wanita cantik jelita yang gemerlap dengan perhiasan, yang seleranya canggih dan modern, super cerdas, gemulai bak guru keanggunan pribadi, yang harum tubuh dan ramabutnya merasuk sukma, yang suaranya berorkestra dengan gemericik parit-parit sorga, yang hatinya lembut dan peka, yang senyum dan wajahnya memendarkan sinarbulan, dan yang langkahnya lembut dan terukur seperti endapan-endapan harimau lapar.
Minggu, 30 Oktober 2011
Kamis, 27 Oktober 2011
Nisaku
Sekedar untuk bersua bersama saudara-saudaraku di dunia maya, ini hanya sebuah cerita kecil yang terjadi antara aku dan anakku.
Ada cerita lucu dan menarik dari tiap perjalanan kehidupan keluargaku, hehe.
Suatu hari, ketika aku baru pulang dari tempat kerja. Seperti biasanya aku duduk di di depan rumah kontrakanku dengan tidak beralaskan tikar, karena dengan begitu, adem-nya lantai kermaik terasa amat nyaman di tubuhku yang terasa panas sekali setelah seharian bekerja.
Tabungan
Firman Allah swt:
“Perumpamaan orang-orang
yang menafkahkan hartanya dijalan Allah itu seperti sebuah biji yang
menumbuhkan tujuh ranting, dan setiap ranting memiliki seratus biji. Dan Allah
melipatgandakan pahala itu bagi siapapun yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas
Karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah :261).
Kerinduan
dari jiwa yang terkoyak
aku mencoba tuk merangkak
dari nurani yang telah lama mati
aku mencoba berdiri meski tertatih-tatih
meski harapan semakin padam, karena tak
kunjung jadi kenyataan
disaat asa telah binasa, karena tak pernah
terwujud menjadi sebuah realita
Langganan:
Postingan (Atom)

